Minggu, 29 Mei 2016

Voltaire Biography

Nicolas de Largillière, François-Marie Arouet dit Voltaire (vers 1724-1725) -001.jpg  

Portrait by Nicolas de Largillière, c. 1724
BornFrançois-Marie Arouet
21 November 1694
ParisFrance
Died30 May 1778 (aged 83)
Paris, France
Pen nameVoltaire
OccupationWriter, philosopher, playwright, historian
NationalityFrench

Synopsis

Born on November 21, 1694, in Paris, France, Voltaire was exiled to Tulle in 1715. Two years later, in 1717, he returned to Paris, only to be arrested and exiled to the Bastille for a year. He was sent to the Bastille again in 1726, before being shipped off to England. In 1733, he fled to Lorraine, and in 1759, he wrote the satirical novella Candide. In 1778, Voltaire returned to Paris, where he died there on May 30 of that year.

Early Life

Widely considered one of France's greatest Enlightenment writers, Voltaire was born François-Marie Arouet to an upper-middle class family on November 21, 1694, in Paris, France. He was the youngest of five children born to François Arouet and Marie Marguerite Daumand. When Voltaire was just 7 years old, his mother passed away. Following her death, he grew closer to his free-thinking godfather.
In 1704, Voltaire began to show promise as a writer while receiving a classical education at the Collége Louis-le-Grand, a Jesuit secondary school in Paris.

Major Works

Voltaire's major fall into four categories: poetry, plays, historical works and philosophical works. His most well-known poetry includes the epic poemsHenriade (1723) and The Maid of Orleans, which he started writing in 1730, but never fully completed.
Among the earliest of Voltaire's best-known plays is the tragedy Oedipus, which was first performed in 1718. Voltaire followed Oedipus with a string of dramatic tragedies, including Mariamne (1724). His Zaïre (1732), written in verse, was something of a departure from his previous tragedies. Until that point, Voltaire's tragedies had centered on a fatal flaw in the protagonist's character; the tragedy in Zaïre was the result of circumstance. FollowingZaïre, Voltaire continued to write tragic plays, including Mahomet in 1736 andNanine in 1749.
Voltaire's body of writing also includes the notable historical works The Age of Louis XIV (1751), and Essay on the Customs and the Spirit of the Nations(1756). In Essay on the Customs and the Spirit of the Nations, Voltaire took a unique approach to tracing the progression of world civilization by focusing on social history and the arts.
Voltaire's popular philosophic works took the form of the short storiesMicromégas (1752) and Plato's Dream (1756), along with his famed satirical novella Candide (1759). In 1764, he published another of his most important philosophical works, Dictionnaire philosophique, an encyclopedic dictionary embracing the concepts of Enlightenment and rejecting the ideas of the Roman Catholic Church.

Arrests and Exiles

In 1715, Voltaire was exiled to Tulle for mocking the regent Orleans. In 1717, he returned to Paris, only to be arrested and exiled to the Bastille for a year on charges of writing libelous poetry. Voltaire was sent to the Bastille again in 1726, for arguing with the Chevalier de Rohan (Guy Auguste de Rohan-Chabot). He was detained there for two weeks before being shipped off to England, where he would remain for the next three years.
In 1733, the publication of Voltaire's Letters on the English Nation angered the French church and government, forcing the writer to flee to Lorraine. He remained there for the next 15 years with his mistress, Emile de Breteuil, at the Château de Cirey, visiting Paris occasionally as of 1735, when he was granted re-entry. By 1778, the French public had begun to regard Voltaire as a literary genius, and he returned to Paris a hero.

Death

Two months before his death, the ailing Voltaire bid the crowd farewell at a production of his play Irene: "I die adoring God, loving my friends, not hating my enemies, and detesting superstition." Voltaire died in his sleep on May 30, 1778, in Paris, France.
Source:

ETER

PENGERTIAN ETER

Eter adalah senyawa karbon turunan alkana yang memiliki gugus fungsi –OR’ (alkoksi). Eter dikenal dengan alkoksi alkana.

RUMUS UMUM ALKANA

Eter (alkoksi alkana) dianggap berasal dari substitusi satu atom H pada alkana dengan gugus fungsi –OR. Simak beberapa senyawa alkoksi alkana berikut.
Tabel beberapa senyawa alkoksi alkana
NamaStrukturRumus Molekul
Metoksimetana (dimetil eter)CH3 – O – CH3C2H6O
Etoksietana (dietil eter)C2H5 – O – C2H5C4H10O
Metoksietana (etil metil eter)CH3 – O – CH3C3H8O
Dari rumus molekul senyawa – senyawa di atas, jika n adalah jumlah atom C,maka rumus umum alkoksi alkana dinyatakan sebagai:
CnH2n+2O
Struktur alkoksi alkana juga dapat dilihat sebagai suatu atom O yang diapit oleh dua gugus alkil, R dan R’, yang dapat sama atau berbeda. Oleh karena itu, rumus di atas dapat ditulis sebagai:
R – O – R’
R dan R’ adalah gugus alkil yang dapat sama atau berbeda
Berdasarkan R dan R’, alkoksi alkana dapat digolongkan menjadi:
  1. Alkoksi alkana tunggal/ sederhana, yakni alkoksi alkana dengan dua gugus alkil yang simetris, yakni R = R’. Contohnya adalah dimetil alkoksi alkana (CH3 – O – CH3).
  2. Alkoksi alkana majemuk, yakni alkoksi alkana dengan dua gugus alkil yang asimetris, R ≠ R’. Contohnya adalah etil metil alkoksi alkana (CH3 – O – C2H5).

TATA NAMA ETER

Penamaan senyawa eter dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penamaan dengan alkil eter (trivial, atau nama umum) dan alkoksi alkana (IUPAC).
  1. TATA NAMA TRIVIAL

Pada tata nama eter secara trivial, nama kedua gugus alkil disebutkan lebih dulu, kemudian diikuti kata eter. Bila gugus alkilnya berbeda maka nama alkil diurutkan berdasarkan abjad, tapi bila kedua gugus alkilnya sama maka diberiawalan di-. Sebagai contoh, perhatikan struktu berikut.
CH3 – O – CH3 dimetil eter (R = R’)
 CH3 – O – CH2 – CH3 etil metil eter (R ≠ R’)
C2H5 – O – C3H7 etil propil eter (R ≠ R’)
  1. TATA NAMA IUPAC

Pada tata nama IUPAC, bila gugus alkilnya mempunyai jumlah rantai C yang tidak sama maka alkil yang bertindak sebagai alkoksi (R – O) adalah alkil dengan jumlah C yang lebih kecil,kemudian diikuti nama rantai alkananya (R). Bila digambarkan, cara penamaan tersebut adalah sebagai berikut:
eter - tatanama Eter IUPAC
CH3 – O – CH3      metoksi metana
 CH3 – O – CH2 – CH3       metoksi etana
CH3 – CH– O – CH2 – CH2 – CH3       etoksi propana

SIFAT ETER

Ada dua sifat eter yang akan dibahas, yaitu sifat fisika eter dan sifat kimia eter (reaksi eter).
  1. SIFAT FISIKA ETER

Alkoksi alkana merupakan cairan tidak berwarna yang mudah menguap dan terbakar, serta berbau enak tetapi mempunyai  sifat membius. Titik didih Alkoksi alkana realtif lebih rendah jika dibandingkan dengan isomer gugus fungsinya, alkohol, yang setara (memiliki jumlah atom C sama) karena di dalam alkohol terdapat ikatan hidrogen, sedangkan pada Alkoksi alkana tidak (adanya gaya London, yang lebih lemah dari ikatan hidrogen).
  1. SIFAT KIMIA ETER / REAKSI ETER

Alkoksi alkana kurang reaktif karena gugus fungsinya yang kurang reaktif. Berikut beberapareaksi eter:
a. Reaksi dengan PCl5
reaksi alkoksi alkana dengan fosfor penta klorida akan menghasilkan alkil halida. Reaksi dengan PCl5 dapat digunakan untuk membedakan alkohol dengan alkoksi alkana. Pada alkohol dihasilkan HCl yangd apat memerahkan lakmus biru, sedangkan alkoksi alkana tidak.
R – O – R’ + PCl5 → RCl + R’Cl + POCl3
Contoh:
CH3 – O – C2H5 + PCl5 → CH3Cl + C2H5Cl + PCl3
b. Reaksi dengan asam halida (HX)
Eter dapat bereaksi dengan asamhalida (terutama HI) menghasilkan alkil halida dan alkohol.
R – O – R’ + HI → R – OH + R’ – I
Jika asam halidanya berlebih, akan dihasilkan 2 molekul alkil halida.
Contoh:
C2H5 – O – CH3 + HI → C2H5 – OH + CH3 – I
CH3 – O – C2H5 + 2HI → CH3 – I + C2H5 – I + H2O

PEMBUATAN ETER

  1. Alkoksi alkana simetris dibuat dari dehidrasi alkohol menggunakan asam sulfat pekat pada suhu 140oC.
2R – OH → R – O – R + H2O   (H2SO4, 140oC)
Contoh:
2CH3 – OH → CH3 – O – CH3 + H2O     (H2SO4, 140oC)
  1. Reaksi antara Na – alkoksida dengan alkil halida (sintesis Williamson)
R – ONa + R’Cl → R – O – R’ + NaCl
Contoh:
CH3CH2ONa + CH3Cl → CH3CH2 – O – CH3 + NaCl

KEGUNAAN ETER

1. Dietil eter
  1. Sebagai pelarut senyawa organik untuk ekstraksi senyawa organik dari air atau pelarut lainnya. Banyak senyawa organik yang lebih mudah larut dalam dietileter dibandingkan dengan air. Dengan titik didih yang rendah, dietileter dapat dipisahkan kembali dari senyawa – senyawa organik terlarutnya melalui penyulingan pada suhu rendah.
  2. Sebagai obat bius (anestesi). Campuran dietileter dengan air bersifat sangat eksplosif sehingga sekarang telah diganti dengan zat lain, seperti pentrana (CH3 – O – CF2 – CHCl2) dan entrana (CHF2 – O – CF2 – CHFCl).
2. Metil tersier butil eter (MTBE atau 2-metil-2-metoksi propana)
MTBE berperan sebagai zat aditif pada bensin. MTBE bersifat karsinogenik dan kebocoran MTBE dari tempat penyimpanan bensin di tangki bawah tanah, dapat mencemari air tanah. Penggunaan MTBE telah dilarang dan kemudian akan digunakan senyawa yang mengandung oksigen, seperti etanol yang tidak terlalu karsinogenik meski agak mahal.

Beberapa eter penting

Struktur kimia dari etilena oksidaEtilena oksidaEter siklik yang paling sederhana.
Struktur kimia dari dimetil eterDimetil eterMerupakan propelan pada aerosol. Merupakan bahan bakar alternatif yang potensial untuk mesin diesel karena mempunyai bilangan cetan sebesar 56-57.
Struktur kimia dari dietil eterDietil eterMerupakan pelarut umum pada suhu rendah (b.p. 34.6 °C), dan dulunya merupakan zat anestetik. Digunakan sebagai cairan starter kontak pada mesin diesel.
Struktur kimia dari dimetoksimetanaDimetoksimetana(DME)Pelarut pada suhu tinggi (b.p. 85 °C):
Struktur kimia dari dioksanaDioksanaMerupakan eter siklik dan pelarut pada suhu tinggi (b.p. 101.1 °C).
Struktur kimia dari THFTetrahidrofuran (THF)Eter siklik, salah satu eter yang bersifat paling polar yang digunakan sebagai pelarut.
Struktur kimia dari anisolAnisol(metoksibenzena)Merupakan eter aril dan komponen utama minyak esensial pada biji adas manis.
Struktur kimia dari 18-crown-6Eter mahkotaPolieter siklik yang digunakan sebagai katalis transfer fase.
Struktur kimia dari polietilen glikolPolietilen glikol(PEG)Merupakan polieter linear, digunakan pada kosmetik dan farmasi.
Sumber: